Kamis, 26 Juli 2012

BeLaGu


 


Begini nih..ulah temen usil, jahil bin pamer..

Apaan coba maksudnya? Bikin mood jelek aja buat smsan ma kamu! Mau kasih tau apa mau pamer? Aku lho udah tauuu..

Bangga banget sih! Baru juga dapet BB boleh ortu yang beliin. Kalau itu dari keringet and jerih payahmu sendiri sih, acung jempol dahhh..

ATM Berjalan-Biaya Hidup


-Siapa? (Sambil angkat satu alis)
-(Senyum)
-Wahhh..mulai lagiiii..
-Apaan sih loe tuh, Yuu!
-Katanya dah tobat..
-Sssstt..
-Iya deh ngertiiiii..
oOo
Dasar Prita! Dari dulu ampe sekarang, masih aja nggak bisa berubah. Bukannya bersyukur udah dikasih tampang cakep, jadi kalau punya coeok tuh cukup satu jangan banyak-banyak..
Dari jaman gue di pondok, temen gue yang satu itu emang udah bisa ditebak jadwal ganti cowoknya. Pokoknya, setiap gue pulang liburan pondok, pasti udah sama gandengan barunya. Bukan Cuma gandengan baru, parahnya lagi udah gandengan baru masih aja nyimpen cowok lain buat dijadiin selingkuhan, nah si selingkuhannya itu kalo nggak dijadiin biaya hidup ya ATM berjalan. Maksudnya?
Dia emang udah gawe beda kayak gue yang ampe sekarang masih aja pegang buku ama pulpen, jadi udah bisa punya penghasilan sendiri. Yaa..walaupun begitu, dia sih ngerasa masih nggak mencukupi aja tiap bulannya. Dia harus ngasih sebagian ke orang tua, buat ongkos bensin gawe, buat make up, buat pulsa, daaann tetek bengek lainnya. Jadi kalau nggak punya ATM berjalan dia bilang kayak sayur tanpa garam! Apa lagi itu maksudnya?
Bahasa kasarnya, sebenarnya nggak setiap cowok yang deket ma dia itu orang yang dia sayang.jadi, dia manfaatin tuh cowok buat diambil duitnya.
“Cakep, Tha..??”
“Enggak,”
“Gawe juga?”
“Iya, tapi dia dah punya bini”
“Hahhh??”
“Atuh gue nggak berani kalau cakep mah! Nti malah gue sayang lagi. Nyari tuh yang biasa-biasa aja, yang penting ngalir..”
“Mas Wahyu?”
“Bukanlah! Itu mah udah kemana tau..”
“Kok gitu??”
“Ya masa dia ngajakin gue merit, gue ogah lah.. mau dijadiin istri kedua? Amit-amit!”
“Ya lagi loe,”
“Kalau yang sekarang beda tau, Yu..”
“Bedanya?”
“Uhh..dia mah bae banget Yu ama gue. Setiap gue minus di tempat gawe, dia yang gantiin. Setiap makan siang gitu ya kalau gue nitip orang pantry, pasti langsung dibeliin ma dia. Ya untung lahhh..duit gue bisa utuh..”
“Ya elaaahhh..”
“Trus cowok loe?”
“Ya dia nggak taulah, Yu! Tau sendiri anaknya jealousan banget”
oOo
Owhh.. jadi begitu ya strateginya..
Hahhaaa..sayang, Thaa..kalau gue jadiloe sih, nggak bakal gue sia-siain deh tampng kayak loe gitu.. Begini aja gue ati-ati banget deket ke cowok..

Selasa, 17 Juli 2012

Bagaimana mengagumi seseorang yang tak henti kita sayangi..



          Memiliki perasaan yang mendalam terkadang menjadi sedikit menyulitkan, terlebih jika itu semua tak pernah terbalas. Sebesar apapun rasa yang dimiliki akan terasa sia-sia karena itu semua.

          Tahu kah kamu? seseorang yang telah mau menghabiskan waktunya untuk mengagumimu akan terus melakukan hal yang sama, mencoba memperhatikanmu dan memberikan yang terbaik untukmu. Tak peduli dengan ucapan orang lain. Namun bagaimana jika kemudian semua perasaan yang ia miliki kau sia-siakan?

          Mungkin mudah saja bagimu untuk menganggap hal tersebut sepele. Bahkan mungkin kau anggap ini hanya sebagai sebuah permainan, tapi tidak untuknya. Dengan tetap mencoba untuk tersenyum di depanmu padahal sakit yang ia rasakan dihatinya membuatnya menangis. Ia tak akan melakukan itu di depanmu, ia tak akan pernah memperlihatkan betapa terlukanya ia saat itu.

          Pernahkah kau sadari, sebenarnya setangguh apa dirinya? 

          Ia tak pernah memaksamu untuk mengerti apa yang ia rasakan saat hatinya terluka, ia juga tak pernah memaksamu untuk ikut merasakan apa yang ia rasakan dan yang pasti, ia juga tak memaksa kau untuk ada dan menjadi miliknya selalu. Mungkin ada, harapan untuk tetap bersamamu dan menjadikanmu satu-satunya. Namun ia tak akan memaksa kau harus menjadi miliknya.

          Yang ia inginkan memang dirimu, namun tidak jika itu hanya karena paksaan. Yang ia inginkan hanyalah kehadiranmu yang tulus menginginkannya.  Karena semua tak berarti jika harus sebagai sandiwara belaka yang kau lakukan karena hanya ingin mengsihinya.

          Jadi jika kau memang merasa sudah mengerti apa yang ia rasakan, apa kau akan tetap bisa tersenyum saat ia menangis..?

Minggu, 15 Juli 2012

Salahku itu, yaa..

          Ini tentang bagaimana sebenarnya aku yang masih sulit menghilangkan perasaan. Namun bagaimana bisa aku melakukannya kalau kau saja masih tak pernah jujur.
         
          Bukannya aku menyalahkanmu, tapi mungkin penjelasan yang lebih lanjut bisa sangat berguna bagiku yang 'LoLa' ini. Mungkin seharusnya kau pasang label saja, "Baca aturan main, bila suka berlanjut hubungi dukun".

          Kamu sudah cukup jujur kok dibandingkan aku yang selama ini kau bilang selalu tak pernah mau terbuka denganmu. Tak pernah jujur yang aku maksud di sini adalah menjelaskan apa dan bagaimana sebenarnya aku harus bersikap. Kalau sudah salah pengertian seperti kemarin, siapa coba yang repot? Aku!

          Ini bukan pertama kalinya, lhooo..!! Ini sudah yang ketiga kalinya aku salah pemahaman. Dan sekali lagi aku tak bermaksud menyalahkanmu, hanya heran saja. Kenapa dulu saat aku tanyakan bagaimana hubungan kita, menjawab saja kamu tak bisa. Kalau sudah begitu, bagaimana aku tidak salah mengartikan kedekatan kita?

          Jadi yaa..benar saja repotnya buat aku. Aku harus obatin luka aku yang lagi-lagi terkena duri yang sama, sendiri lhoo..! Belum lagi aku harus menutupi mukaku karena malu akan diriku sendiri, 'apa yang sebenarnya aku lakukan ini? hanya terus menerus melukai'. Sudahlah tak perlu jelaskan pangjang lebar tentang apa yang mungkin sebenarnya tidak perlu, toh nantinya tetap saja tak akan 'ngEfek'. Selesai kamu baca ya sudah, sampai situ saja dan tak ada tindak lanjut (Tim Medis, kaleee..)

          Kamu selama ini tahu, atau memang sengaja pura-pura tidak tahu? Lalu apa gunanya selama ini kau selalu ingin mencari tahu keadaanku. Bukannya kePeDean, tapi kamu sendiri yang tunjukin kalau kamu masih sering perhatiin aku walaupun mungkin secara nggak langsung. Dari akun FB mungkin, dari omongan teman mungkin juga, dari akun blogku apalagi. Kalau begini apa aku disebut kePeDean?

          Kalau sudah tahu semua, sudah pasti seharusnya kamu mengerti dan tahu apa yang aku inginkan selama ini. Tapi apa? Nggak ada gunanya deh kalau gitu kamu selama ini coba buat cari tahu keadaanku. Aku bukannya nggak mau kamu tahu keadaanku, bukannya aku ngelarang kamu buat cari tahu apa yang kamu mau tahu dariku. Tapi, yaa..aku merasa aneh saja. Sebenarnya apa sih yang ada di pikiranmu? Bagaimana pola pikirmu sebenarnya!

          Ya sudahlah mungkin cukup sekian. Sekali lagi aku bukannya menyalahkanmu, tapi memang selama ini aku yang salah. Kamu yang benar, aku yang salah dan aku yang selalu salah! Oleh karena itu, menuliskan hal ini bisa membantuku menyadarkan akan kesalahanku sendiri bukannya ingin menyalahkanmu.

Sabtu, 14 Juli 2012

Kanapa kamu seangkuh ini sekarang?

          Suka sedih kalau kamu bentak aku terus. Walaupun di keadaan sakit, kamu malah makin nggak bisa kontrol emosimu. Aku sebenarnya ingin untuk bisa setiap harinya datang menjengukkmu, tapi semua menjadi sulit karena sifatmu sendiri.

          "Kamu udah dibentak, Yu?"

          Hari ketiga aku jenguk kamu dirumah, ayahmu tanya ke aku begitu.

          "Bukan pernah lagi Yah, sering"

          Ya aku jawab saja seadanya. Aku memang sering kau bentak, terlebih jika apa yang menjadi kemauanmu tak aku turuti. Dan kali ini aku ingin ayah dan ibu tahu, bahwa aku selama ini sudah cukup mampu mengerti sifatmu yang keras itu.

           Dulu dan selama ini mungkin aku memang cukup memahami dan memaklumi sifatmu itu, namun tidak untuk kali ini. Kenapa kamu jadi berubah, sih? Di keadaan sakitmu ini kamu malah semakin membuat orang jengkel! Jangankan aku, keluargamu saja sudah sangat kesal dengan kelakuanmu. Kamu menjadi sangat tidak sabar, pembentak, kamu bahkan berani berkata kotor kepada orang tuamu. Pantas saja kamu sering ditampar walaupun dikeadaanmu yang saat ini tidak bisa apa-apa. Kamu sudah sangat keterlaluan!

         Hal yang sama juga aku dapat saat aku datang menjengukmu. Kenapa sih kamu jadi berubah pembentak begini? Sebenarnya bayanganku saat menjengukmu untuk bisa lagi bercanda, tapi sekarang aku selalu kau marahi saat aku berusaha untuk melucu. Aku bingung.. Kemana kamu yang dulu? Aku kangen candaan-candaan kita.

          Kapan kamu sembuh? Aku benar-benar menantikan kamu yang dulu..